Aksi Demonstrasi Buruh Kota Batam Dalam Penetapan UMK Tahun 2012

Menurut salah satu anggota Dewan Pengupahan dan juga Sekretaris SBSI Kota Batam (Masmur), tuntutan pekerja agar UMK = KHL yakni sebesar Rp1.302.000 merupakan sebuah kesepakatan bersama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) pada tahun lalu, yang lengkap dengan penandatanganan berita acara.

Dan nilai KHL tersebut didapat juga berdasarkan hasil survei yang dilakukan di tiga lokasi, yakni di Pasar Tiban, Pasar Aviari Batuaji dan Pasar Bengkong. Survei menunjukkan bahwa angka KHL sebesar Rp1.302.000. Maka dari itu, UMK tahun 2012 harus berkisar di atas Rp1.302.000. Pada rapat pembahasan Dewan Pengupahan Kota batam yang ke-7 Apindo yang juga turut menandatangani kesepakatan KHL untuk 2012 (disepakati secara tripartit sebesar Rp1.302.000) tiba-tiba mengkoreksi KHL menjadi Rp1.235.000 dengan alasan adanya perubahan akan sewa kamar, air bersih dan transportasi. Sikap Apindo yang tidak komitmen dengan kesepakatan tripartit akan nilai KHL tersebut membuat rapat pembahasan menjadi deadlock.

Adanya koreksi nilai KHL dari Apindo yang menyebabkan pengajuan UMK menjadi turun dari kesepakatan UMK = KHL, membuat Dewan Pengupahan Kota Batam perwakilan pekerja mengajukan angka Rp1.760.992 yang disebut dengan KHL Ril Kota Batam hasil survei independen dari serikat pekerja. Rapat ke-8 pun masih terjadi deadlock karena pihak pekerja dan pengusaha tidak kunjung sepakat, usulan dari kedua belah pihak tersebut kemudian diserahkan oleh DPK Batam ke Walikota Batam. Walikota Batam kemudian segera membentuk Tim UMK yang beranggotakan Kadisnaker, Kepala BPM, Kadisperindag, Kadis Tata Kota, untuk segera bisa membahas angka UMK Batam 2012 untuk diajukan ke Gubernur Kepulauan Riau. Sebelum Tim UMK bentukan Walikota Batam ini menyelesaikan tugasnya menetapkan angka UMK, Buruh kemudian melakukan aksi demo.

Persoalannya adalah, pihak mana yang benar dalam perincian UMK = KHL? Perbedaan sudut pandang dan kepentingan menjadi bahasan dalam penentuan UMK tersebut, ini dikarenakan buruh mengharapkan upah yang diterima bisa mencukupi kebutuhan, sedangkan pengusaha mengharapkan upah minimum yang ditentukan tidak terlalu besar agar keuntungan yang didapat lebih banyak, ataupun karaena adanya faktor krisis di Eropa dan banjir di Thailand (alasan apindo pada beberapa media cetak di Batam).

Menurut analisa saya, terjadinya deadlock pada pembahasan UMK ini, lantaran tidak ada ketegasan dari Pemerintah Kota Batam, dalam hal ini Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) sebagai fasilitator dan di sisi lain sebagai regulator dalam menyikapi masalah UMK di Batam. Akibatnya terjadi gejolak aksi di lapangan ketika pembahasan UMK terjadi deadlock.

Buruh

Pengertian buruh pada saat ini di mata masyarakat awam sama saja dengan pekerja, atau tenaga kerja. Padahal dalam konteks sifat dasar pengertian dan terminologi diatas sangat jauh berbeda. Secara teori, dalam kontek kepentingan, didalam suatu perusahaan terdapat 2 (dua) kelompok yaitu kelompok pemilik modal dan kelompok buruh, yaitu orang-orang yang diperintah dan dipekerjanan yang berfungsi sebagai salah satu komponen dalam proses produksi. Dalam teori Karl Marx tentang nilai lebih, disebutkan bahwa kelompok yang memiliki dan menikmati nilai lebih disebut sebagai majikan dan kelompok yang terlibat dalam proses penciptaan nilai lebih itu disebut Buruh.

Karakteristik Serikat Buruh

Karakteristik serikat buruh di Kota Batam adalah cenderung lebih mengutamakan jalan mogok daripada menempuh jalan berunding. Hal ini disebabkan oleh adanya kecenderungan pengurus serikat pekerja kurang memiliki pengetahuan yang baik tentang permsalahan ekonomi dan tentunya filosofi pergerakan buruh. Yang menjadi masalah adalah sebagian besar pengurus serikat pekerja tersebut tidak profesional di bidangnya, tidak mempunyai latar belakang perjuangan serikat bekerja, tidak mempunyai program kerja dan sasaran yang jelas, tidak mempunyai kemampuan negosiasi. Banyak kasus-kasus yang terjadi mengindikasikan bahwa “perjuangan” mereka sangat diragukan untuk kepentingan pekerja. Sebagian mempunyai muatan politik, sebagian lagi lebih menonjolkan kepentingan pribadi.

Deadlock

Deadlock adalah suatu keadaan atau kondisi, dimana proses tidak berjalan lagi atau bisa dibilang tidak ada lagi komunikasi antar proses. Deadlock terjadi karena proses yang satu menunggu sumber daya yang sedang dipegang oleh proses lain, yang sedang menunggu sumber daya yang dipegang oleh proses tersebut.

Sekilas Demonstrasi (Dari Aksi-Anarki-Saksi)

Terjadinya kerusuhan akibat tertindasnya nasib buruh selama ini, hal ini merupakan adanya ketidak adilan terhadap buruh. Terkadang saya berpikir selama ini buruh hanya dianggap sebagai alat saja tidak dianggap sebagai manusia dan juga sebagai investasi. Tanggal 23, 24, 25 november, buruh di kota batam yang tergabung dalam aliansi serikat pekerja: SPMI, SPSI, SBSI, melakukan aksi massa dengan cara berdemo ke kantor wali kota.

Belasan buruh yang melakukan aksi massa memblokir jalan menuntut kenaikan UMK tahun 2012 sebesar Rp1.760.000. Dampak dari aksi massa buruh ini, jalan dari dan menuju kawasan industry di muka kuning macet total. Belasan ribu buruh dari berbagai perusahaan di kota batam turun kejalan dan memblokir jalan dengan membakar ban bekas di depan panbill mall di kawasan industry muka kuning. Aksi massa pertama dilakukan pukul 06.30 rabu pagi, saat pergantian shift pekerja. Selain di kawasan industri Batam Indo, mogok kerja juga dilakukan ribuan buruh di kawasan industri Tanjung Uncang, Sekupang, dan Batu Ampar.

Beralih dari kawasan perindustrian, aksi lempar mewarnai jalannya demonstrasi buruh yang menuntut UMK = KHL di depan kantor walikota batam. Aksi lempar yang menggunakan botol minuman dan batu itu terjadi lantaran plin-plan nya sikap pemerintah kota batam, buruh merasa kesal menunggu wali kota nya yang juga tak muncul di tengah mereka untuk memberikan mediasi dan pernyataan seputar penetapan UMK tersebut, (ternyata diketahui wali kota sedang berada di Tanjung Pinang).

Aksi lempar tersebut spontan disikapi oleh aparat keamanan dengan meningkatkan keamanan. Bahkan satpol PP juga dilengkapi tameng dan pentungan, serta Brimob terlihat bersenjata lengkap layaknya hendak berperang, dimaksudkan untuk meredam hal-hal yang lebih jauh tidak diinginkan.

Demonstrasi berlanjut pada hari kamis dan jumat. Aparat kepolisian dan buruh kembali terlibat bentrok fisik saat demo berlangsung di depan kantor wali kota. Tentu saja para pendemo ini di hadang barikade petugas, sebelum bisa memasuki kantor wali kota. Entah siapa yang memulai, petugas kemudian mengejar para buruh sembari mengeluarkan tembakan peringatan dan gas air mata. Konsentrasi buruh pun terpecah, mereka lari tunggang langgang menghindari kejaran petugas-petugas kepolisisan.

Hal nya masih sama, para buruh mendesak Pemerintah Kota Batam untuk menyetarakan UMK Batam, karena dinilai tidak ada jawaban dari Pemerintah Kota, para buruh terus melakukan aksi unjuk rasa. Dalam aksi ini beberapa buruh di aman kan karena diduga menjadi profokator.

Aksi belasan ribu buruh berubah menjadi anarki, massa yang frustasi ini melakukan perusakan dan pembakaran sejumlah fasilitas umum, tak terkecuali sejumlah pos keamanan, pos polisi di berbagai wilayah. Bahkan beberapa motor serta mobil berplat merah di bakar dan menjadi bulan-bulanan massa.

 

Berikut perbincangan dengan salah seorang teman buruh di Batam, via ponsel, 30 November 2011.

Dedy Hendarta, 23 Maret 1982

PT. H-Tech Oil Field Equipment (company)

Dril Pipe Heat Treatment Operator (position)

Mulai bekerja dari tahun 2003

Petikannya:

 

SA: Siang, apa kabar bang. Keadaan di Batam (pasca demo) gimana sekarang?

DH: Sehat, aman, Cuma aku dengar bakal ada demo susulan tadi pas di kantor.

SA: Buruh belum terima dengan penetapan UMK 1.3 juta ya? Kalau menurut abang sendiri gimana, sudah sesuai apa belum?

DH: Sangat tidak terima,masih jauh dari tuntutan. Cuma sepertinya demo kali ini bakal lebih tertib, biar tidak di susupi.

SA: Jadi, tuntutan yang layak bagi buruh sendiri sekitar 1.7 juta ya? Menurut abang demo 3 hari lalu banyak provokasi?

DH: Tuntutan UMK segitu udah layak. Demo 3 hari lalu banyak provokasi, mana mungkin buruh hancur-hancurin fasilitas umum.

SA: iya, aku piker pekerja pasti lebih manusiawi. Ada kemungkinan seperti ini tidak bang: bisa saja UMK 1.3 juta itu sudah pas, kalau misalnya diterima UMK 1.7 bisa jadi perusahaan-perusahaan malah bisa bangkrut, yang nantinya merugikan rakyat banyak di Batam, pengangguran. Gimana tanggapannya.

DH: Menurut aku itu politik aja.masa’ batam upahnya murah di banding upah pekerja/buruh diluar, contohnya Jakarta, karawang, yang UMK nya lebih masuk akal disbanding upah pekerja Batam yang katanya kerja di Batam “gaji besar”.

SPMI, SPSI sudah mengkalkulasikan upah pekerja dengan biaya hidup layak di Batam yang semakin sulit. Yang ada bukan ditinggal investor, malah Batam di tinggal buruh. Bayangkan kalau buruh ga mau kerja lagi? Darimana pemasukan kas pemda, sedangkan sebagian penghuni batam ini pekerja kasar (buruh).

SA: HAHAA. Iya masuk akal juga, abang bukan hanya Cuma bisa kerja, tapi cerdas sebagai pekerja.

DH: Aku ngomong atas dasar kenyataan, ya tapi nyerempet ke curahan hati..

SA: Kalau keinginan abang sendiri terhadap pergolakan UMK ini seperti apa?

DH: Pinginnya damai aja, terus elite politik di pemerintahan sana sedikit “melek” sama orang-orang kecil seperti kami. Jangan saat pemilu berkoar sama janji busuk mereka, tapi begitu orang kecil seperti kami teriak-teriak lantaran hidup makin sulit, pada “buta” semua. Itu susahnya.

SA:Realitanya seperti itu memang, setelah sudah dii atas, mereka lupa. Di tempat kerja abang, banyak juga ga yang ikut demo?

DH: Emang begitu, wajar banyak yang golput! Banyak juga, cuma ga sampai anarki, soalnya mereka juga bekeluarga. Kalau celaka keluarga juga yang repot.

SA: Abang sendiri ikutan?

DH: Aku ikut, tapi pas lempar batu ga ikutan.

Buat apalah? Fasilitas rusak, kita juga yang rugi. Yang sampai bakar-bakaran minggu lalu, lantaran banyak yang di provokatori, makanya sampai anarkis.

SA: Berasa sekali Batam tidakk setenang dulu, yang kelihatannya adem ayem.

DH: Batam ibarat bom waktu, kalaulah pemerintah dan pengusaha tidak memperhatikan nasib para buruh, bukan mustahil bisa terjadi hal yang lebih besar. Soalnya mereka juga nyumbang dari pajak pendapatan mereka.

Ibaratnya buruh yang peras keringat, penguasa makan hasil keringat mereka. Nah, buruh menjerit lantaran gajinya kecil.

Cuma satu kalimat saktinya “buruh dan pekerja sejahtera, Batam aman”.

SA: Lagi ngapain sekarang bang?

DH: Break, masuk malam.

SA: Pulang jam berapa?

DH: Jam 8 besok pagi

SA: Kegiatan bermain skateboard masih di jalanin bang.

DH: Masih, tapi ga terlalu sering. Aku kerja terus…

Saya rasa kegiatannya bermain skateboard di waktu senggangnya pun, sebagai pelepas penat dan ingin hidup normal diluar menjadi buruh yang merasa terhisap.

 

Saat ini, wilayah perjuangan buruh titik klimaksnya hanya sekedar perjuangan akan upah. Demonstrasi buruh yang memacetkan lalu lintas dan terkadang harus berdarah-darah hanya dibayar dengan sedikit kenaikan upah minimum yang biasanya selalu digerogoti oleh tingkat inflasi. Dari pengamatan terhadap berbagai gerakan demonstrasi buruh yang sering terjadi di Kota Batam dan kota lainnya di Indonesia, ada beberapa kelemahan yang cukup signifikan yang dihadapi oleh kelompok buruh.

Pertama, secara organisasi, kesadaran berserikat dikalangan anggota buruh masih sebatas ikut-ikutan tanpa mengerti arti substansi pergerakan buruh, yang ditandai misalnya pengurus serikat buruh di Indonesia pada umumnya di ikuti hanya pekerja level terbawah sampai mandor, dan kondisi ini berbeda dengan negara tetangga, dimana serikat pekerjanya juga melibatkan para manajer menengah dan manajer puncak, yang secara intelektual dan teknis mereka cukup menguasai permasalahan perburuhan dan perusahaan. Faktor internal lainnya adalah tidak adanya hubungan dan koordinasi yang harmonis diantara serikat buruh yang ada, mereka cenderung mempunyai platform perjuangan yang berbeda-beda jadi ketika satu serikat buruh mengendakan suatu aksi, serikat buruh lainnya tidak mendukung dan ada kesan merasa diremehkan.

Kedua, pengusaha yang memiliki penguasaan modal dan kekuasaan, melihat perpecahan antara serikat buruh merupakan suatu yang diharapkan. Bagaimana tidak, dalam keadaan kompak dan bersatu pun, pengusaha memiliki peluang yang cukup besar untuk memenangkan konflik kepentingan buruh-pengusaha.

Ketiga, survei KHL tersebut memiliki kelemahan sistem, yaitu masih menghitung kebutuhan dari buruh yang masih lajang, sedangkan mekanisme perhitungan bagi buruh yang sudah menikah atau memiliki tanggungan anak tidak disebutkan dalam KHL tersebut. Padahal, kebutuhan individu yang sudah berumah tangga biasanya memiliki kebutuhan yang berbeda pula.
Jika ada mekanisme politis dari pengusaha yang mencoba mempengaruhi dari kelompok lain melalui deal-deal khusus agar tercipta UMK yang diinginkan pihak pengusaha. Namun, sebenarnya secara politis keputusan Dewan Pengupahan tidak akan berpengaruh bila tidak diimbangi oleh keputusan Kepala Daerah.

Oleh karena itu, keberadaan Kepala Daerah dapat berperan sebagai quality control terhadap keberadaan Dewan Pengupahan.namun, kebanyakan Kepala Daerah sebagai wakil dari pemerintahan seringkali berpihak kepada pemilik modal karena terkait dengan penanaman modal yang berimbas pada peningkatan ekonomi secara makro.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: